JavaScript seems to be disabled in your browser.

You must have JavaScript enabled in your browser to utilize the functionality of this website. Click here for instructions on enabling javascript in your browser.



You are perfect, everything is just only in your mind

by Lucia Berta on 2019-05-02 14:03:46

Kalian pernah menonton film berjudul I Feel Pretty (2018)? Bukan termasuk film box office sih, tapi aku memang lebih suka menonton film yang tidak ada di daftar tontonan wajib kekinian. Random saja, apapun yang sepertinya menarik aku tonton. Film komedi romantis yang dikemas dengan sangat ringan, buat hiburan ‘receh’ kalau bisa dibilang. Sudah bisa ditebak dari judul dan poster kalau film ini bercerita tentang seorang perempuan yang ingin terlihat cantik. Yups betul sekali! Ceritanya tentang perempuan yang merasa minder karena dia merasa jelek dan gendut. Suatu ketika saat si perempuan itu mengalami kecelakaan kecil di sebuah gym, tiba-tiba dia merasa tubuh dan wajahnya berubah menjadi sangat cantik, serta menarik. Disinilah semuanya dimulai, perempuan itu menjadi sangat percaya diri hingga mendapatkan pekerjaan yang diharapkan dan kekasih yang diidamkan. Padahal dalam kenyataannya, kondisi badannya tetap sama seperti dia yang dahulu, tetap tambun. Ujung dari konflik film itu adalah ia menyadari bahwa selama ini dirinya tidak pernah berubah, tetap sama. Hanya pemikirannya saja yang membuatnya merasa sempurna, cantik, berbadan bagus, sehingga berani menampilkan diri apa adanya. Keberuntungan untuk mendapatkan pekerjaan yang dia sukai bukan karena ia berpenampilan bak model, tetapi karena keberaniannya untuk mengutarakan pendapatnya dan selalu memiliki ide cemerlang sehingga disukai oleh bosnya. Bukan juga karena dia cantik dan langsing, sehingga akhirnya mendapatkan seorang kekasih. Namun, pembawaannya yang menyenangkan dan lucu, jadilah ada laki-laki yang suka dan mau menjadi kekasihnya.

Ternyata perasaan dan gambaran cantik atau tidaknya diri kita hanya ada di pikiran saja, atau bisa dibilang hasil dari konsep diri. Apakah itu konsep diri? Konsep diri adalah pandangan individu tentang dirinya, meliputi gambaran tentang diri dan kepribadian yang diinginkan, diperoleh melalui pengalaman dan interaksi yang mencakup aspek fisik atau psikologis. Calhoun dan Acocella (1990) juga menjelaskan bahwa konsep diri terdiri atas tiga hal yang meliputi: pengetahuan terhadap diri sendiri (real-self), pengharapan mengenai diri sendiri (ideal-self), yaitu pandangan tentang kemungkinan yang diinginkan terjadi pada diri seseorang di masa depan, dan penilaian tentang diri sendiri (social-self), yaitu penilaian dan evaluasi antara pengharapan mengenai pribadi seseorang dengan standar dirinya yang menghasilkan harga diri, yang berarti seberapa besar orang menyukai dirinya sendiri.

Konsep diri ini bisa berubah sepanjang kehidupan dan kemauan tiap orang. Apakah konsep diri kita positif atau negatif, semua pribadilah yang mengendalikan. Konsep diri positif biasanya menunjukkan adanya penerimaan diri dimana seseorang mengenal pribadinya dengan sangat baik. Jadi, ketika kita berpikir bahwa diri kita cantik dengan segala yang dipunyai, kita jadi fokus pada hal positif sehingga diri menjadi lebih bahagia. Sedangkan, seseorang yang memiliki konsep diri negatif ketika ia benar-benar tidak tahu siapa dirinya, kekuatan dan kelemahannya, atau yang dihargai dalam kehidupannya. Ketika kita merasa tidak cantik ataupun menarik, imbasnya membuat pribadi menjadi pesimis, minder, tidak bisa mencintai diri sendiri, bahkan tidak memiliki penghargaan terhadap diri sendiri. Sehingga, kita lupa kalau sebenarnya ada nilai positif di dalam diri sendiri yang justru tidak bisa dilihat oleh orang sekitar. Nah bagaimana, konsep diri seperti apa yang ingin kalian miliki? apakah kalian sudah berani mengubah konsep diri kalian?


Artikel ini pernah dipublish di Folksy Magazine edisi 16.

Recent Post
Categories