JavaScript seems to be disabled in your browser.

You must have JavaScript enabled in your browser to utilize the functionality of this website. Click here for instructions on enabling javascript in your browser.



Hello Stranger, How Are You?

by Rizkika Zulhijjiani on 2019-01-31 14:52:43


Semasa kecil, orang tua membatasi kita untuk berinteraksi dengan orang asing, bahkan bagi orang tua yang over protective, mereka memberikan doktrin bahwa orang asing itu berbahaya dan anak-anak dilarang bermain dengan orang asing. Ditambah lagi, pada masa saya kanak-kanak, populernya film Sherina yang diculik oleh orang yang pura-pura menjadi kenalan orang tuanya, membuat saya pribadi semakin parno dengan orang asing. Sebenarnya doktrin dari orang tua tadi merupakan usaha preventif yang baik, namun apabila berlebihan sepertinya dapat menumbuhkan kepribadian malas bersosialisasi alias anti sosial.

Nah, dewasa ini, menyapa dan berkenalan dengan orang asing sudah tidak semenakutkan itu, loh. Ketika menunggu bus, menunggu hujan, menunggu antrian, selalu dihabiskan untuk bermain gadget, membaca buku, atau sekedar melamunkan entah apa itu. Lalu-lalang orang-orang terabaikan, menjadi individual dan larut dalam kepentingan pribadi, seakan dunia ini hanya tentang kita dan kita sendiri. Daripada hanya terkekang dalam keheningan tak berarti, bukankah lebih baik menyapa atau berbicara dengan bahasa manusia?

Kio Stark dalam TED Talks menyebutkan dua hal yang menjadi kelebihan dari berbicara dengan strangers; Yang pertama adalah kita dapat membicarakan hal apa saja, berkata jujur tentang hal yang cukup receh, hingga hal-hal pribadi. Pertemuan singkat, dan kemungkinan untuk bertemu lagi di kemudian hari kecil, maka konsekuensi ceritamu akan tersebar pun juga kecil; Kedua, hubungan kita dengan orang-orang terdekat menimbulkan bias tersendiri, kita berekspektasi bahwa mereka sebagai orang  terdekat sudah sangat mengerti kita, seolah-olah mereka memiliki kemampuan untuk membaca pikiran saja. Ketika dengan orang asing, sudah pasti mereka tidak tahu semua hal tentang kita, member sedikit penjelasan juga akan memberikan mereka sedikit pemahaman, tidak perlu repot-repot berharap mereka mengerti kita secara mendalam. Nah, dari dua hal tersebut sudah terlihatkan bagaimana unik dan serunya pengalaman yang akan kita alami ketika bercengkerama dengan orang asing!

Kemudian, untuk memulai pembicaraan, Kio Stark menyebutkan bahwa biasanya pembicaraan dimulai dengan topik yang mengacu pada pihak ketiga. Misal bagaimana kita memberikan compliment terhadap apa yang ia pakai, betapa lucu kucing yang dia pelihara, atau anak berumur dua tahun yang ia ajak jalan-jalan ketaman.

“When you talk to strangers, you’re making beautiful interruptions into the expected narrative of your daily life and theirs.”- Kio Stark

Untuk menanggapi kutipan tersebut, saya ingin menceritakan sedikit “beautiful interruptions” yang pernah terjadi pada saya. Saya sendiri selalu mengalami percakapan menarik dengan orang asing di bandara, dimana setiap orang memiliki ceritanya masing-masing, bagaimana mereka mengejar waktu penerbangan yang ternyata malah delay, bagaimana mereka merasakan dan memaknai perpisahan untuk merantau, bagaimana mereka mempersiapkan yang mereka tuju, percakapan-percakapan seperti itu sangat menarik bagi saya. Pernah suatu hari, di bandara, saya diceritakan pengalaman religious dari seorang ibu yang menjadi TKW Taiwan, topic pembicaraan kami dimulai akibat saya secara ceroboh memasukkan barang-barang bagasi kedalam mushola. Kemudian beliau bercerita tentang mimpi-mimpi yang dialaminya, meski saya sedikit tidak percaya, namun tetap dengan antusias mendengarkan karena semangat yang dibawa beliau.

Kemudian juga terjadi perbincangan saya dengan pria 30 tahunan yang baru saja mengisi seminar kewirausahaan di kota tempat kami bertemu, juga akibat pihak ketiga yaitu delay-nya penerbangan. Banyak hal yang kami bicarakan, dari masalah kota yang relate dengan kuliah yang saya pilih sekarang, hingga kuliah dari beliau agar saya lebih peka dalam melihat peluang berwirausaha, di setiap kesempatan. Dari kedua cerita tersebut, saya ingin menyampaikan bahwa interupsi dari orang asing memang betul indah, bagaimana mereka dapat menyebarkan semangat walaupun kita tidak saling mengenal, pun saya mendapatkan banyak hal yang benar-benar baru, bahkan bias dibilang kuliah/seminar gratis, hahaha.

Berinteraksi dan berbincang dengan orang asing selalu akan menjadi menarik; Menambah hal-hal baru sebagai pengetahuan baru; Belajar mendengarkan cerita orang lain dan mengajarkan kita untuk tidak melulu menjadi pribadi yang egois yang merasa bahwa dunia ini hanya tentang kita; Menambah kenalan baru atau mungkin kalian memang ditakdirkan bertemu, seperti yang terjadi pada film Hello Stranger dari Thailand (silakan ditonton sendiri karena saya tidak ingin memberikan spoiler).

Lalu, berbicara dengan orang asing tidak perlu tahu siapa namamu, di mana kamu tinggal, pembicaraan akan mengalir secara menarik ketika membahas hal-hal acak, dari topik yang sedang hangat, hingga hal-hal aneh sekalipun. Bagaimana? Tertarikkah untuk memulai percakapan dengan orang asing? Siapa tahu yang kamu sapa besok adalah penulis artikel ini.


Recent Post
Categories